Al-Qur'an undang-undang dasar kami

Di bawah naungan agama Hindu hukum itu membagi-bagi masyarakatnya menjadi empat kasta:
1. Brahmana, diciptakan dari mulut tuhan, mereka golongan pendeta, ulama, dan penguasa.
2. Ksatria, diciptakan dari lengan tuhan, mereka golongan perwira, bala tentara, pegawai negeri, dan kaum terpelajar.
3. Waisya, diciptakan dari paha tuhan, mereka golongan kaum buruh, petani, dan saudagar.
4. Sudra, diciptakan dari kaki tuhan, mereka golongan orang-orang yang mengerjakan pekerjaan hina dan rendah untuk melayani golongan lain.

Manusia dan konsepsi tuhan banyak
"Hai kedua temanku dalam penjara, manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa." (Yusuf 39) Ada tuhan yang berupa tata cara hidup kemasyarakatan bagi sebagian orang. Baik tuhan itu berupa UU, peraturan, tradisi, dan nilai-nilai yang diikuti. Ada lagi yang mengundangkan tata cara hidup dalam bidang ekonomi, misalnya ekonomi kapitalis, sosialis, komunis, dan sebagainya. Ada lagi dalam kehidupannya menganut faham politik kebangsaan, demokrasi, teokrasi, kerakyatan, dan lain-lain.

Islam vs Jahiliyah
Islam menghadapi berbagai warna jahiliyah seperti di atas. Salah satu bentuknya adalah jahiliyah yang mengakui adanya Allah namun menyekutukan dengan-Nya tuhan-tuhan selain Allah. "Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' Tentu mereka menjawab: 'Allah'. Katakanlah: Segala puji bagi Allah. Tapi kebanyakan dari mereka tidak mengetahui." (Luqman 25) "Katakanlah: 'Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi atau siapakah yang kuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?'. Maka mereka akan menjawab: 'Allah'. Maka katakanlah: 'Mengapa kamu tidak bertakwa kepadaNya?'." (Yunus 31)
Ada juga bentuk jahiliyah yang lain, seperti misalnya: "Apabila bayi-bayi perempuan yang di kubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?" (at-Takwir 8-9)
"Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan diri dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah hidup-hidup? Ketahuilah alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu." (an-Nahl 58-59)
Bersaman dengan itu berkembang tradisi jahiliyah yang lain, misalnya:
- Istri ayah merupakan bagian warisan peninggalannya.
- Kaum wanita bebas bergaul dengan laki-laki berapa saja banyaknya. Jika ia hamil maka ia dapat menunjuk seorang dari laki-laki yang menggaulinya, yang penting ia suka.
- Kawin istibdha yaitu seorang suami yang mengirimkan istrinya kepada salah seorang genius atau pahlawan yang dikaguminya untuk mendapatkan bibit unggul agar anaknya kelak menjadi genius atau pemberani.
- Kawin as-syighar yaitu seorang laki-laki yang kawin dengan seorang perempuan dengan syarat saudara laki-laki perempuan tersebut kawin dengan saudara perempuannya.
"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik dari hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?" (al-Maidah 50)

Keistimewaan manhaj Islam
"Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepadaNya-lah kami menyembah." (al-Baqarah 138)
Dari ayat tersebut dapat dikatakan bahwa keistimewaan yang utama dan pertama dari manhaj (metoda)-Nya adalah Dia bersifat Rabbani, sedangkan keistimewaan lainnya:
1) Manhaj Rabbani, karena ia datangnya dari Allah dan didapatkan di dalam wahyu, baik berupa kitab maupun sunnah rasul-Nya.
2) Manhaj Rahim, karena ia diturunkan dari Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim. "Dan tiadalah Kami mengutus kamu melainkan menjadi rahmat bagi alam semesta." (al-Anbiya 107)
"Dan rahmatKu meliputi segala sesuatu." (al-A'raf 156)
3) Manhaj keadilan, karena ia datang dari Allah swt yang Maha Adil. "Sungguh Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan." (an-Nahl 90)
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya menetapkan dengan adil." (an-Nisa' 58)
"Hai orang-orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi yang adil. Dan janganlah sekali-kali kebencian terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa." (al-Maidah 8)
4) Manhaj efektif, karena ia mempertemukan ganjaran dunia yang memiliki daya guna lebih ampuh dari daya guna dunia lainnya, dengan pahala akhirat yang tidak dimiliki oleh sistem dunia lainnya.
5) Manhaj yang tetap tetapi fleksibel, karena sumber, kaidah, dan nilai-nilainya memang tetap namun rincian dan problemnya dapat dikembangkan sesuai dengan keadaan. "Sesungguhnya kamilah yang menurunkan al-qur'an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya." (al-Hijr 9)
6) Manhaj universal, karena berlaku umum untuk seluruh dunia Islam dan meliputi seluruh pribadi Islam meskipun ia pergi atau tidak tinggal di suatu negara Islam. Seorang muslim tetap terkena manhaj ini. Berlaku terus sepanjang masa sejak zaman Rasulullah, sesudahnya, dan sampai hari kiamat. Karena dien ini adalah dien akhir zaman. "Dan telah Kami turunkan kepadamu al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kita yang lain-lain itu." (al-Maidah 48)
"Dia (Muhammad) adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi." (al-Ahzab 40)

Apa yang diberikan manhaj manusia?
Manhaj buatan manusia memberikan wewenang kepada suatu kelompok untuk merampas hak kebebasan manusia dan mengakibatkan perpecahan antara yang kuat dan yang lemah. Apa yang diberikan manhaj Allah? Manhaj Allah adalah pemberian yang hakiki, murah sekali, dan tidak pernah kering apalagi habis. "Katakanlah: 'Jika lautan menjadi tinta untuk (menuliskan) kalimat-kalimat Rabb-ku sungguh habis lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabb-ku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula." (al-Kahfi 109)
"Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (ar-Rad 28)
Pemberian manhaj Allah itu meliputi semua keluarga dalam bentuk suatu ikatan erat yang mengatur hubungan dan pembinaan atas dasar jalinan sakinah mawaddah warahmah. "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum berpikir." (ar-Rum 21)
Manhaj ini sangat memperhatikan kedudukan bapak dan ibu sehingga dapat dikatakan bahwa sampai kini tidak ada suatu sistem yang menaruh perhatian sebegitu besar. "Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan yang sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau dua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka. Ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: 'Wahai Rabb-ku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu aku kecil'." (al-Isra' 23-24)
Perintah berbuat baik kepada ibu bapak langsung diberikan setelah perintah pengabdian diri seorang hamba kepada-Nya. "Katakanlah: 'Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabb-mu yaitu: Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak."
Malah Allah menjadikan kedurhakaan kepada ibu bapak sebagai kabair, dosa yang paling berat setelah kemusyirikan. "Sabda Rasulullah saw: 'Maukah aku memberitahukan kepadamu tentang dosa kabair yang paling berat? Kami serentak menjawabnya: 'Mau wahai Rasulullah'. Maka sabda beliau: Musyrik kepada Allah dan durhaka kepada ibu bapak.' Semula ia duduk miring, kemudian ia membetulkan duduknya seraya melanjutkan sabdanya: 'Ingatlah, dan bicara bohong dan saksi palsu'. Beliau mengulang-ulangnya, sampai kami pikir kenapa beliau tidak mau berhenti." (HR. Muttafaq Alaih dari Abi Barakah Nafi' bin al-Harits)
"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) dien (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dan yang salah." (al-Baqarah 256)
Kini timbul pertanyaan, mengapa pengamalan manhaj Allah berhenti? Jawabnya karena kita sendiri yang berpaling dari ajaran-Nya, seperti seseorang yang memasang penghalang antara dia dan matahari, dan kemudian bertanya: Kenapa saya tidak melihat matahari? Atau kenapa matahari tidak memberikan manfaat kepada saya? "Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang senantiasa menganiaya diri mereka sendiri." (an-Nahl 33)